Bagaimana Fire Hydrant Bekerja

Saat Anda bermain di luar bersama teman Anda di malam yang menyenangkan, Anda tiba-tiba mendengar bunyi klakson yang kencang dan suara sirene yang menjerit. Oh tidak! Di sana, di kejauhan, Anda melihat asap tebal dari rumah di dekatnya. Ini terbakar dan truk pemadam kebakaran menanggapi keadaan darurat. Anda mulai memikirkan bagaimana petugas pemadam kebakaran melawan api, dan pikiran Anda mulai bertanya darimana mereka mendapatkan semua air yang mereka butuhkan untuk memadamkan api? Apakah truk pemadam kebakaran memiliki tangki besar yang menampung seluruh air?

Truk pemadam kebakaran memiliki tangki air, tapi mereka tidak bisa punya cukup air untuk melawan api secara efektif. Jadi darimana air berasal? Sebagian besar air berasal dari sumber yang tepat di lingkungan Anda sendiri. Mereka ada di sekitar Anda, dan Anda mungkin jarang memperhatikannya atau memberi mereka pemikiran kedua. Apa yang dimaksud? Fire hydrant  tentu saja!

Kadang-kadang disebut fire plugs, hydrant adalah perangkat besi pendek dan gemuk yang sering Anda lihat di sepanjang sisi jalan di dekat tepi jalan. Mereka dapat bervariasi dalam ukuran dan penampilan yang tepat, namun biasanya berbentuk seperti silinder dengan berbagai katup dan titik sambungan.

Biasanya dicat warna, seperti merah terang atau kuning, yang membantu petugas pemadam kebakaran untuk menemukannya dengan mudah jika terjadi keadaan darurat. Di beberapa daerah, undang-undang setempat mewajibkan hydrant kebakaran dicat warna tertentu tergantung pada seberapa banyak air yang dapat mereka suplai pada tekanan tertentu. Ini membantu petugas pemadam kebakaran untuk menentukan fire hydrant mana yang terbaik untuk digunakan untuk situasi tertentu.

Dianggap sebagai alat proteksi kebakaran yang aktif, hidran kebakaran memungkinkan petugas pemadam untuk mengakses suplai air setempat dengan cepat. Sebuah truk pemadam kebakaran biasanya akan mengangkut cukup air untuk memungkinkan petugas pemadam kebakaran mulai melawan api sementara selang-selang terhubung ke hidran kebakaran terdekat.

3 Kebiasaan Yang Bisa Bantu Ibu Untuk Mengatasi Bayi Menangis

Mengatasi bayi menangis faktanya sangat mudah untuk dilakukan oleh ibu. Kebiasaan sederhana bisa menenangkan buah hatinya. Apa saja kebiasaan tersebut?

Tangisan bayi memang penuh makna. Aktifitas pertama yang dilakukan oleh bayi sejak dilahirkan adalah menangis. Bahkan, bayi yang tidak menangis saat dilahirkan perlu distimulasi agar menangis, misalnya digoyang-goyangkan.

Setelah beberapa minggu usia kelahiran bayi, bayi akan sering memanfaatkan tangisan untuk menunjukkan berbagai hal. Sebagai ibu, memahami makna tangisan ini sifatnya sangat diperlukan. Seperti apa makna dibalik tangisan bayi dan bagaimana cara menanganinya?

Makna Dibalik Tangisan Bayi

Makna tangisan bayi cukuplah banyak. Hampir di tiap hari, bayi akan selalu menangis. Terutama jika ingin meminta sesuatu pada orang tuanya.

Selain tangisan, isyarat lain yang ditunjukkan bayi adalah menendang sampai melambaikan tangannya. Namun paling banyak adalah memanfaatkan suara tangisan. Karena, tangisan ini lebih memberikan perhatian pada ibundanya. Mengenai maknanya, ibu bisa memperhatikannya di bawah ini.

  • Bayi lapar

Bayi yang membutuhkan asupan makanan akan menangis. Tangisan ini menunjukkan pada ibu jika bayi membutuhkan makanan. Biasanya, bayi akan tenang dengan sendirinya jika telah diberikan asi.

  • Tidak nyaman dengan sesuatu

Ketidaknyamanan bayi juga membuat bayi menangis. Tangisan ditujukan untuk meminta bantuan ibu dalam memberikan kenyamanan. Contoh ketidaknyamanan bayi adalah sakit, kedinginan atau kepanasan, ngompol di popok, serta terlalu ketatnya baju yang dikenakan.

  • Bayi mengalami kolik

Makna dari tangisan bayi yang selanjutnya adalah menunjukkan jika perutnya mengalami rasa sakit. Nyeri pada bagian perut ini bisa ditimbulkan oleh kolik. Biasanya, kolik terjadi pada senja atau malam hari. Tangisannya akan sangat keras.

Cara Menangani Bayi Yang Sering Menangis

Tangisan bayi disebabkan oleh banyak hal. Entah itu disebabkan oleh sakit atau ketidaknyamanan buah hati. Oleh karenanya, cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan menghilangkan penyebabnya.

Mengenai gambaran kecil tentang cara menanggulangi keseringan bayi menangis, ibu bisa mempraktekkan kebiasaan baik di tiap harinya. Kebiasaan ini digambarkan dengan praktek di bawah ini.

  • Memberikan asi

Bayi yang sering menangis akan lebih mudah ditenangkan dengan memberikan asi ekslusif. Pemberian asi ini akan membuat bayi lebih nyaman. Bahkan, jika penyebabnya adalah lapar, maka pemberian asi adalah pilihan terbaik untuk dipraktekkan.

  • Ciptakan kenyamanan pada buah hati

Cara menenangkan bayi menangis yang paling khas adalah mencurahkan perhatian pada buah hatinya. Caranya adalah dengan menciptakan kenyamanan. Bayi yang nyaman dengan lingkungan barunya akan lebih mudah diam dan tidur pulas.

Ibu bisa mempraktekkan banyak hal. Pertama adalah dengan berbisik di telinga bayi. Bisikan dengan nada yang lembut akan membuat bayi lebih tenang. Kebiasaan ini sudah sangat dikenal bayi semenjak masih di kandungan.

Kedua adalah dengan mengayunkan bayi. Mengayunkan/menggoyangkan tubuh bayi juga menjadi kebiasaan yang sangat familiar bagi bayi. Setidaknya, bayi sudah pernah mengalaminya semenjak di dalam rahim.

Ketiga adalah memandikan. Normalnya, bayi akan sangat senang bila dimandikan. Suasana nyaman didapatkan selama dimandikan. Intinya, ciptakan kesan nyaman agar bayi tidak mudah menangis.

  • Atasi masalah kolik

Sebelum melakukan penanganan terhadap kolik, ibu memang harus paham mengenai kondisi buah hatinya. Pastikan jika bayi mengalami kolik. Baru, ibu bisa melakukan penanganan terhadapnya. Jika bukan dari kolik, tentu keliru melakukan cara tersebut.

Kesimpulannya, berikan kenyamanan bagi bayi dan tangani sejumlah masalah yang menyebabkan bayi sering menangis. Dengan menghilangkan penyebabnya, menenangkan bayi akan sangat mudah. Jadi, sudahkah ibu mempraktekkan kiat untuk mengatasi bayi menangis?

Penyebab Dan Pencegahan Ruam Popok Bayi

Pernah tidak, Ibu mendapati bayi Ibu rewel dan merasa tidak nyaman ketika dipakaikan atau melepaskan popok? Coba Ibu cek di area yang biasa tertutup popok, apa ada bercak merah yang mengalami peradangan? Jika iya, anak Ibu sedang terkena ruam popok bayi.

Ruam popok bayi merupakan hal yang biasa terjadi pada bayi. Walaupun bukan penyakit yang berbahaya, namun kondisi ini akan membuat bayi merasa sakit dan perih. Biasanya ruam ini bisa Ibu temukan di sekitar pantat atau area yang biasa terkena urin dan tinja.

Penyebab ruam popok pada bayi bisa disebabkan oleh pengaruh urin dan tinja yang terkena kulit bayi dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, seandainya pun Ibu secara teratur mengganti popok dan membersihkannya secara cepat ketika si buah hati mengeluarkan fases, kemungkinan terjadinya ruam popok ini tetaplah ada.

Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab terjadinya ruam popok bayi ini.

  • Zat amonia yang terdapat pada urin dan tinja bayi, jika terlalu lama terkena kulit tanpa segera diganti.
  • Kadar sensitifitas kulit bayi yang masih tipis rentan terserang ruam popok bayi.
  • Alergi yang diderita si bayi terhadap suatu bahan yang mungkin menjadi bahan pembuatan popok.
  • Adanya gesekan yang terlalu sering antara popok dan kulit bayi.
  • Pemakaian popok yang terlalu ketat.
  • Iritasi yang diakibatkan dari bahan popok yang terbuat dari plastik dan juga karet.
  • Diare juga bisa menjadi penyebab ruam popok bayi, karena ibu akan selalu mengganti popok sehingga terjadi gesekan dan intensitas bayi terkena fases pun menjadi lebih sering.

Walaupun ruam popok bayi ini hal yang biasa terjadi, namun tidak ada salahnya Ibu sebagai orang tua untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya kondisi ini pada buah hati Ibu.

  • Pilihlah bahan popok yang ramah pada kulit bayi Ibu. Terkadang ada popok yang menyebabkan kulit bayi bereaksi terhadap satu produk, jika sudah melihat tanda-tanda hal tersebut, segera ganti.
  • Pilih bahan popok yang menyerap urin seketika tanpa meninggalkan kelembaban yang berlebihan pada bayi
  • Segera ganti popoknya jika bayi buang air besar
  • Ketika popok sudah terlihat penuh ataupun kotor, ganti sesegera mungkin dengan yang baru
  • Bersihkan area yang tertutup popok hingga kering, sebelum memakaikan popok pada bayi Ibu
  • Hindari menggunakan popok yang terlalu ketat pada bayi Ibu, agar kulit bayi bisa bernafas dan tidak menimbulkan gesekan kuat
  • Periksakan pada dokter anak, apakah bayi mempunyai riwayat alergi sehingga menimbulkan ruam popok bayi
  • Jangan menggunakan tisu beralkohol untuk membersihkan area kelamin bayi. Jika bayi telah terjangkit ruam popok bayi, hal ini akan sangat menyakitkan baginya dan semakin menambah iritasi pada kulitnya

Ketelatenan, kesabaran dan kejelian seorang Ibu akan membantu buah hati agar terhindar dari ruam popok bayi. Walaupun, ruam tersebut masih mengenai bayi Ibu, bersikaplah tenang untuk mengatasinya. Setidaknya melakukan tindakan pencegahan, akan membuat bayi Ibu tidak selalu terjangkit ruam popok bayi secara terus menerus dan menjadi parah.

Selalu perhatikan kondisi bayi Ibu dengan hati-hati. Bagaimana pun, Ibu dan Ayah selalu menginginkan pertumbuhan dan kesehatan buah hati agar selalu terjaga. Mengawali perawatan bayi dengan menjaga kebersihan tubuhnya, akan menjadi langkah awal, anak tidak terserang penyakit yang tidak diinginkan.

Demikian informasi ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu Ibu dan Ayah dalam mengatasi ruam popok bayi.