5 Penyebab Utama Yang Membuat Balita Susah Makan

resep bubur bayi 6 bulan

Biasanya, seorang anak mulai mendapatkan makanan tambahan dan susu pendamping ASI ketika menginjak usia 6-7 bulan. Seiring bertambahnya usia, maka porsi makanan yang diberikan pun harus semakin banyak dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah ASI setiap harinya.

Normalnya, anak mendapatkan tiga jenis makanan berbeda dalam satu hari, di antaranya adalah makanan padat, susu tambahan pendamping ASI, dan ASI dari Ibu. Seringnya, kebiasaan penting dan baru ini malah menimbulkan masalah susah makan pada balita. Tentunya, Ibu harus mencari akal untuk menyiasati hal ini, bisa pula dengan mencari tips membangkitkan selera makan pada balita. Namun, yang patut Ibu ketahui adalah lima alasan mengapa balita mengalami hal ini, berikut penjelasannya :

 

  • Bosan tekstur makanan

 

Jangan heran bila balita Ibu sudah menunjukkan rasa bosan pada tekstur yang setiap hari diberikan. Bahkan tak mustahil bila balita juga merasa mual dengan makanan lunak ataupun campur aduk. Ibu harus cerdik untuk menyiasati olahan dan penyajian makanannya. Ibu bisa bermain variasi bahan dan warna agar balita tetap tertarik dan suka makan, misalnya dengan menghaluskan terlebih dahulu nasi lalu memisahkannya dengan lauk dan sayur.

 

  • Terlalu sering memakan camilan manis dan gurih

 

Bukan hal yang mustahil bila balita mengalami masalah susah makan karena ia memiliki kebiasaan makan yang salah, seperti misalnya ia sudah mengenal susu kemasan siap minum, cokelat, permen, hingga makanan ringan yang mengandung MSG padahal umurnya belum siap untuk mengkonsumsi minuman dan makanan seperti itu. Meskipun mengenyangkan dan membuat balita lahap ketika memakannya, tetapi minuman dan makanan jenis ini tidak bisa memenuhi kecukupan gizi dan nutrisinya. Nah, karena perutnya telah kenyang dengan minuman dan makanan seperti itu, maka jangan salahkan bila akhirnya balita cenderung menolak makanan yang Ibu berikan.

 

  • Balita tidak benar-benar lapar

 

Pernahkah terpikir dalam benak Ibu bahwa makanan yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan sering membuat balita terasa kenyang? Perlu Ibu pahami, ketika waktu makan yang berikutnya tiba, ia belum benar-benar lapar karena metode yang diberikan sebelumnya. Belum lagi rutinitas makan dan minum susu yang bisa membuat balita bosan, sehingga tak jarang hal ini akan terus terbawa hingga masa batita kelak. Namun, tak jarang orang tua lupa dan menganggap perilaku menolak makanan ini sebagai masalah besar dan harus ditangani serius.

 

  • Selera terhadap rasa tertentu

 

Ibu tentunya juga harus memahami, bahwa seiring dengan pertambahan usianya maka balita pun sudah memiliki selera terhadap rasa tertentu pada makanan. Itulah alasan mengapa makanan balita jangan disamakan dengan makanan bayi yang tak berasa alias tawar. Tak ada salahnya memberikan rasa-rasa yang disukai balita ke dalam makanannya, seperti gula dan garam asalkan tidak berlebihan. Ibu bisa memberikan dan memodifikasi resep makanan untuk balita agar ia tertarik dan lahap ketika makan.  

 

  • Munculnya sikap negativistik

 

Apabila balita sudah menunjukkan sikap penolakan terhadap suatu rutinitas yang selama ini wajib ia jalani, maka itu sudah termasuk ciri munculnya sikap negativistik pada balita. Biasanya, karena khawatir akan kecukupan gizi anak yang tidak terpenuhi, orang tua malah semakin keras memaksa anaknya makan. Tahukah Ibu, bahwa cara ini malah semakin membuat anak melakukan perlawanan untuk menolak hingga akhirnya tantrum. Hal ini merupakan wujud sifat negativistiknya. Maka bisa dimaklumi dan menjadi suatu kewajaran bila  Ibu menemui kasus orang yang enggan makan nasi hingga dewasa. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh trauma akibat perlakuan orang tua yang selalu memberi makan dengan paksa yang diiringi bentakan keras.  

Itulah beberapa penyebab susah makan pada balita yang wajib Ibu cermati agar kebiasaan makannya pun teratur, sehingga gizi dan nutrisi tubuhnya pun tercukupi dengan sempurna. Tak perlu panik dan risau hingga harus memaksa dan membentak si kecil, karena ini akan mempengaruhi kebiasaan makannya kelak. Berikan makanan secara rutin dengan cara yang menyenangkan. Niscaya, balita pun akan melakukan ritual makannya dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *