Mencari Pantai Tersembunyi di Bali

Liburan ke Bali telah beberapa kali kami lakukan. Bersama dengan teman-teman kami pernah menginap di hotel berbintang maupun juga liburan ala backpacker dengan menginap di rumah penduduk atau kost-kostan. Jika ditanya mana yang lebih enak, jelas yang lebih enak adalah menginap di hotel berbintang. Namun, ada satu hal yang tidak enak jika menginap di hotel berbintang yaitu pada saat membayar tagihan hotel.

Pada liburan kali ini kami menginap di hotel bintang 2. Lumayanlah karena kalau bintang 5 nanti ortu bakalan marah akibat dari biaya untuk berlibur yang membengkak. Sesampainya di Bali kami langsung menuju ke hotel tersebut dan suasananya tidak mengecewakan, nyaman untuk menginap dan pastinya ada AC. Itu yang terpenting karena jika tidak ada AC wow bisa dibayangkan betapa panasnya selama berada di Bali. Bukan tidak mungkin kami tidak dapat tidur di kamar dan mulai mencari tempat nyaman lainnya yaitu mendirikan tenda di tepi pantai.

Salah satu misi kami di Bali kali ini adalah mencari pantai tersembunyi di Bali. Kami memang telah mendapatkan beberapa informasi dari website tentang keberadaan dari pantai tersebut. Namun kami tidak ingin mengunjungi pantai yang telah disebutkan pada website-website tersebut. Kami ingin sesuatu yang baru dimana tidak ada atau sangat jarang sekali turis yang berkunjung ke pantai tersebut.

Dengan menyewa 3 sepeda motor maka kami mulai melakukan misi tersebut. Target utama kami adalah pantai di selatan Pulau Bali. Mulai dari arah ke Pantai Padang Padang, kami mencari jalan masuk ke pantai yang memang tidak diberitahukan bahwa itu adalah obyek wisata. Dengan kata lain pantai tersebut hanyalah pantai bagi para nelayan. Kami hanya bermodalkan nekad dan berani dan mulai masuk ke jalan-jalan kecil yang berlubang. Wah ini adalah sebuah petualangan yang menyenangkan karena tantangannya yang membuat kami semua merasa bahagia.

Setelah melewati jalan-jalan berlubang, di ujung jalan kami melihat kehadiran sebuah pantai. Dengan penuh percaya diri dan sopan santun kami menyapa penduduk setempat dan menyampaikan maksud kedatangan kami. Kami juga meminta izin untuk menitipkan kendaraan bermotor di perkarangan rumah mereka. Selain diberi izin, bapak tersebut juga baik hati dan mau mengantarkan kami menuju ke bibir pantai. Wah tentu saja tawaran ini kami terima.

Berjalan kaki menuruni tanah yang berbatu memang cukup sulit bagi kami. Kami harus fokus agar tidak terpeleset. Setelah 20 menit berjalan kaki akhirnya sampai juga di tepi pantai tersebut. Sungguh sangat indah sekali dan terlihat sepi. Hanya ada beberapa perahu nelayan, batu karang, hamparan pasir putih dan deburan ombak yang bersahabat.

Ini adalah sebuah pantai yang sangat nyaman sebagai tempat untuk beristirahat dan juga bersantai. Sang bapak pemandu kami juga terus menemani kami selama berada di pantai selam kurang lebih 3 jam. Menjelang siang kami kembali pulang ke rumah sang bapak dan ternyata telah disambut dengan hidangan makan siang khas Bali. Wah sungguh sebuah pengalaman yang penuh kebahagiaan. Tanpa canggung kami langsung menyantap hidangan tersebut. Sebelum pulang kami memberikan sedikit cinderamata kepada anak sang bapak sebagai kenang-kenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *