Ruam Popok Bayi, Ibu Tidak Perlu Khawatir Lagi

Mengatasi Ruam Popok

Mendapati ruam popok pada tubuh bayi seringkali membuat Ibu risau. Pasalnya ruam akan terlihat begitu mengganggu dengan warnanya yang merah dan cenderung bersifat panas dan gatal bagi si bayi. Ruam popok tentunya membuat tingkah laku bayi berubah, misalnya bayi menjadi mudah rewel atau menangis. Untuk itulah, begitu mendapati ruam popok bayi (seperti pada pantat, perut maupun dada) sebaiknya Ibu segera mengambil tindakan untuk menyembuhkan ruam ini.

Pertama, bersihkan secara hati-hati alat kelamin bayi ketika mengganti popok. Dalam membersihkan alat kelamin, hindari gerakan mengusap atau menggosok karena terkadang dengan gerakan ini, kuman akan mudah menyebar. Lalu bagaimana cara membersihkannya? Dengan gerakan menepuk-nepuk perlahan, pastikan Ibu membersihkan bagian ini dengan seksama. Ibu dapat menggunakan waslap yang sudah dibasahi terlebih dahulu atau menggunakan tisu basah bila dalam perjalanan. Pastikan tidak terdapat sisa ekskresi yang nantinya menyebabkan kuman mudah berkembang. Ini akan memicu keadaan ruam bayi dan membuatnya menjadi lebih parah.

Selanjutnya, gunakan salep sebagai obat luar untuk menyembuhkan ruam popok dan hindari makanan yang di sisi lain akan memicu alergi bayi  sebagai salah satu metode menyembuhkan ruam popok dari dalam. Saat ini berbagai merek salep telah dijual di apotek-apotek sehingga Ibu dapat dengan mudah mendapatkannya. Bila ingin aman, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar salep yang diberikan nanti menjadi tepat guna. Selain salep, beberapa obat dapat pula beberapa jenis minyak yang dapat dijadikan alternatif obat luar untuk mengobati ruam popok. Alternatif itu antara lain, minyak zaitun, minyak kelapa, virgin oil ataupun minyak tawon. Selain itu, makanan yang dapat memicu alergi bayi sebaiknya juga tidak dikonsumsi Ibu saat ini. Bila ruam dan alergi muncul di waktu yang bersamaan, tidak hanya merugikan Ibu namun secara langsung akan berdampak pada bayi. Bayi akan semakin rewel dan merasa tubuhnya semakin tidak nyaman.

Selain kedua hal di atas, perlu diperhatikan pula penggunaan bedak pada saat ruam popok muncul. Sebaiknya penggunaan bedak saat ruam popok muncul dihindari karena bedak cenderung meninggalkan serbuk-serbuk yang melekat pada lipatan tubuh bayi. Walaupun begitu penggunaan bedak tidak dapat dihindari oleh sebagian Ibu. Dalam hal ini mungkin penggunaan bedak tidak perlu terlalu banyak dan Ibu sebaiknya lebih meratakan bedak agar tidak meninggalkan serbuk dalam lipatan-lipatan tertentu. Cara ini terbukti efektif dan mempercepat proses penyembuhan ruam popok pada bayi.

Masih terdapat beberapa cara untuk menyembuhkan ruam popok bayi, yaitu dengan menggunakan popok kain daripada popok sekali pakai atau diapers dan dalam kondisi lebih lanjut mengganti merek popok sekali pakai yang biasa digunakan. Bila dalam kondisi bayi memiliki ruam popok, sebaiknya Ibu menghindari penggunaan popok sekali pakai yang umumnya terbuat dari plastik dan kapas. Terkadang kedua bahan itulah yang menghambat sirkulasi kulit dan menyebabkan ruam popok. Penggunaan popok kain yang lebih mudah dicuci dan lebih aman akan disarankan selama proses penyembuhan ruam popok bayi. Namun di sisi lain, bila Ibu tidak mampu menghindari aktivitas berpergian dan menyebabkan harus menggunakan popok sekali pakai, maka saran terbaik adalah mengurangi intensitas pakainya atau bila melihat kondisi ruam yang parah maka Ibu sebaiknya mengganti merek popok instan atau diapers yang sedang digunakan.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, seharusnya ruam popok dapat sembuh dalam waktu 3 hari. Itulah sebabnya Ibu tidak perlu khawatir dalam urusan ruam popok bayi. Ini merupakan penyakit ringan yang muncul sebagai iritasi atas bentuk proteksi tubuh terhadap zat dari luar. Bila mendapati ruam popok ini tidak juga hilang, maka sebaiknya Ibu perlu memeriksakan si kecil ke dokter ya, Bu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *